Loading...

Senin, 13 April 2009

Sistem Petunjuk Strategi Perencanaan

PENDAHULUAN

Strategi perencanaan adalah proses pengambilan keputusan yang menyangkut tujuan jangka panjang organisai, kebijkan yang harus diperhatikan, seta strategi yang harus dijalankan untuk mencapai tujuan. Untuk melaksanakan strategi tersebut harus pula disusun program kerja yang terinci, mencakup kegiatan yang hrus di lakukan, kapan harus dimulai, kapan harus selesai, dan siapa yang harus bertanggung jawab, serta sumberdaya manusia yang diperlukan. Kemudian strategi perencanaan adalah proses perencanaan jangka panjang yang sudah diformulasikan, dan digunakan untuk merusmuskan tujuan organisasi serta cara menghadapinya.

Lewis (1983: 10) strategi perencanaan memiliki suatu fase waktu yang lebih lama dan dapat meliputi suatu periode diantara tiga dab sepuluh tahu. Strategi-strategi disesuaikan dengan kebutuhan (kekuatab dab kelemahan) untuk sampai pada pendekatan terbaik kepada misi dan cita-cita pendidikan dan gugus sekolah.

MENETAPKAN SISTEM PETUNJUK UNTUK STRATEGI PERENCANAAN

Langkah pertama yang paling utama dalam proses strategi perencanan adalah penetapan suatu sistem petunjuk atau pedoman untuk mengarahkan usaha manusia di lingkungan sekolah. Sistem prtunujuk atau pedoman adalah suatu jaringan yang bertujuan untuk menerangkan alasan yang utama di dalam lingkungan sekolah dan memastikan bahwa semua orang bekerja bersama. Mengembangkan suatu sistem petunjuk adalah suatu tugas yang sulit karena kebanyakan pengurus sekolah mengira tujuan dari pendidikan publik diwarisi.

Hal ini membantu pengurus unit perencanaan di dalam memproduksi suatu sistem petunjuk sebagai pondasi untuk menerapkan proses strategi perencanaan. Suatu pemahaman dasar jaringan tujuan tentang pendidikan publik pada awalnya diperkenalkan, bersama dengan suatu ilustrasi untuk membantu memperjelas konsep ini.

TUJUAN MENDASAR GUGUS ATAU LINGKUNGAN SEKOLAH

James lewis (1930: 52) Ada tiga metoda umum yang digunakan untuk menguraikan tujuan dasar gugus sekolah:

1. Program Pengajaran Dan Pelayanan

Program pengajaran dan pelayanan mencerminkan tentang belajar kebutuhan siswa yang meliputi penilaian, sasaran hasil jelas bersih, berbagai belajar pengalaman, evaluasi, ketetapan untuk kebutuhan khusus, yang hasilnya ke arah keunggulan aktivitas memastikan kesempatan untuk sukses; bahwa evaluasi mengurangi usaha dan pelayanan dan program pengajran pindah ke arah yang diinginkan; program pengajaran dan pelayanan mendorong pengembangan hubungan manusia adalah yang terpenting dari unsur kahidupan bahwa individu untuk menemukan kebebasan dan bakat mereka untuk menyelidiki area yang khusus.

2. Evaluasi Pelaksanaan Dan Pengembangan

Pendidik diberi peluang untuk mengambil bagian yang konsisten dan evaluasi reguler, mereka akan lebih cenderung untuk meningkatkan pelaksanaan mereka; bahwa kebutuhan untuk membuat evaluasi sama positif suatu pengalaman seperti mungkin menyatakan bahwa jelas bersih, prosedur sasaran secara hati-hati dikembangkan, evaluasi hasil pelaksanaan harus diberikan kepada pendidik dalam bentuk tulis sebagai basis untuk peningkatan; bahwa tiga harus mendapat persetujuan timbal balik antara administrasi dan staff pengajar atas prosedur untuk dipekerjakan.

Lingkungan sekolah harus menyediakan waktu, sumber daya, dan peluang untuk pengembangan staff, bahwa pelatihan dan pengembangan program harus diarahkan untuk meningkatkan ketrampilan personil sekolah yang profesional, kemudian program ini harus didasarkan kehati-hatian mengidentifikasi tentang kebutuhan profesional; evaluasi itu data dapat melayani identifikasi kekuatan dan kelemahan, menyediakan basis untuk perencanaan yang spesifik jenis pelatihan dan program pengembangan lain sumber data boleh meliputi visi seperti halnya konsultasi.

3. Keterlibatan Masyarakat

Sekolah perlu tergantung pada dukungan wara masyarakat; dukungan yang baik tergantung pada stakholder yang mengerti tentang urusan sekolah; komunikasi antara stakholder dan pendidik akan membantu ke arah hasil suatu peningkatan sistem pendidikan; bahwa sekolah mempunyai tanggung jawab untuk membuat informasi tentang pelayanan dan peluang pendidikan tersedia untuk semua masyarakat atau stakeholder.

MENYIAPKAN SASARAN DAN TUJUAN PENDIDIKAN

Pengembangan tentang sasaran dan tujuan pendidikan untuk memandu dan mengarahkan usaha manusia dalam perencanaan dan pelaksanaan perencanaan. Tujuan pendidikan adalah suatu yang luas, menguraikan suatu hasil yang diinginkan siswa belajar dan pertumbuhan. Itu dirancang untuk menyediakan suatu fokus untuk tindakan personil sekolah Suatu perencanaan tujuan pendidikan.

Tujuan adalah tujuan atau hasil yang ingin dicapai dari pembuatan perencanan. Dengan demikian desain ini harus memberikan arahan kepada partisipan dalam suatu perencanaan dalam artian tujuan tersebut memang idial.

Tujuan mendorong tindakan yang menentukan seluruh pelaksanaan dalam perencanaan. Namun tindakan ini tentu saja tidak terlepas dari berbagi kesulitan, karena tidak ada tujuan yang tidak pernah dicapai secara sempurna dan tidak ada tujuan dapat duimuskan secara sempurna. Selain itu tujuan itu berkaitan dengan perubahan nilai budaya, terhadap perubahan teknologi terbaru dan terhadap perubahan tingkah laku orang yang terlibat di dalamnya. Dalam hal ini nilai-nilai tersebut berfungi sebagai cara untuk menentukan tujuan.

Apapun maksudnya tujuan harus relevan, harus dapat diwujudkan, memiliki kejelasan dan maksud dan harus bersifat umum, berorientasi pada masyarakat dan memiliki jangka panjang.

Makmun (2006: 119) ada lima tahap dalam poses penentuan tujuan:

1. Mendefenisikan batasan kemungkinan yang membentuk batas-batas perencanaan dan porsi keputusan yang dipengaruhi oleh putusan perencana.

2. Dari batasan tersebut, perencana lalu mengurangi berbagai alternatif dengan menghilangkan yang tidak bermanfaat dan tidak menguntungkan.

3. Dengan membandingkan dari segi manfaat dari alternatif tersebut, perencana dapat menentukan dampak positif dan negatif dari berbagai kombinasi tujaun dan sub tujuan dan kemudian memilih alternatif terbaik.

4. Perencana kemudian mengevaluasi manfaat tujuan itu dengan membandingkan faktor-faktor lingkungan dengan tujuan dan sasarannya..

5. Bila putusan akhir telah dibuat dan tujuan serta sasaran telah ditetapkan, maka dibuatlah pernyataan kebijakan yang berfungsi sebagai pedoman

Sasaran Dan Kriteria Rencana

Perwujudan tujuan dimungkinkan melalui adanya sasaran-sasran merupakan pernyataan yang memungkinkan dari segi pengukuran manapun segi pencapaiannya. Dengan demikian sasaran tidak dapat diuba secara kontinu, karena jumlah stabilitas minimum sangat penting dalam perencanaan pendidikan. Oleh karena itu mempersiapkan sejumlah sasaran merupakan langkah penting dalam proses perencanaan pendidikan.

Faktor-faktor yang mempengaruhi sasaran adalah sumber daya pendidikan yang tersedia. Komitmen yang ada, kebutuhan operasi internal, trend dan kejadian ekternal, berbagai kebutuhan, dan antar hubungan semua faktor tersebut.

PENGATURAN TUJUAN JANGKA PANJANG

Strategis ketiga dari perencanaan jangka panjang menjelaskan panjang mencakup tujuan untuk unit perencanaan terpusat dan masing-masing unit perencanaan sekolah (departemen atau sekolah). Tujuan jangka panjang membantu ke arah memperjelas misi di gugus sekolah, menguraikan hasil untuk dicapai, dan menandai adanya jika primer harus ditempatkan. Tujuan jangka panjang adalah juga petunjuk untuk usaha manusia. Mereka dinyatakan yang kwantitatif dan terukur yang mengidentifikasi apa yang akan dicapai oleh jaringan sistem kebijakan, prosedur, surat perintah administratif, aturan, anggaran, program, dan strategi yang tidak bisa dipisahkan di dalam proses perencanaan.

Pengertian tujuan jangka panjnag menurut Charles L. Hunges adalah Suatu tujuan adalah, suatu hasil, tidak hanya tugas atau berfungsi untuk dilakukan. Ini merupakan suatu tempat dalam ruang dan waktu yang menguraikan kondisi yang ingin di capai. Ini merupakan suatu standard prestasi, suatu tabir sukses, sesuatu yang nyata, terukur, dan berharga bahwa kita termotivasi terarah dengan tegas, ditentukan dan diinginkan dan pasti, memandu tindakan kita dan membantu merencanakan sama individu dan seperti para manajer dapat jangka panjang atau jangka pendek tujuan jangka panjang tujuan bantuan memperjelas tujuan cakupan pendek, tujuan utama menentukan tujuan kecil, dan saat ini yang ditentukan oleh masa depan bukan masa lalu.

Karea itu perencanaan memerlukan ankuntabilitas dan kontrol agar sesuai dengan lapangan kerja dalam merencanakan pendidikan, sehubungan dengan usaha menciptakan iklim organisasi yang baik. Pendekatan yang sistemik yang berusaha untuk menetapkan tujuan, mengembangkan program-program untuk dicapai, menemukan besarnya biaya dan alternatif serta menggunakan proses penganggaran yang merefleksikan kegiatan program jangka panjang.

Secara sistematis ada beberapa tahap di dalam menentukan tujuan jangka panjang:

  1. Tujuan pendidikan yang akan dicapai harus sudah tergambar secara jelas atau secara profesioal. Kejelasan tujuan ini merupakan syarat mutlak bagi tersusunnya suatu rencana yang baik.
  2. Situasi dan kondisi dimana pelaksanaan suatu kegiatan akan dioperasikan perlu dipelajari: sumber-sumber daya apa saja yang dapat dimanfaatkan untuk mencapai tujuan. Kemudian kendala dan hambatan apa saja yang mungkin timbul
  3. Perencanaan harus dapat menemukan berbagai alternatif cara atau metode atau strategi yang dapat digunakan untuk mencapai tujuan yang diharapkan.
  4. Perencanaan harus dapat menentukan alternatif yang terbaik dari berbagai alternatif yang ada. Kemudian harus mengambil keputusan cara, atau metode dan strategi mana yang berdaya guna dan berhasil dalam proses pencapaian tujuan.
  5. Penyusunan rencana dimana di dalamnya harus jelas tercantum tujuan yang akan dicapai: metode, cara, atau strategi yang digunakan; sarana dan prasarana yang diperlukan, waktu pelaksanaannya, siapa yang melaksanakan, kemudian bagaimana mengukur dan mengevaluasi hasil kegiatannya.

Jadi dapat diambil kesimpulan bahwa proses perencanaan meliputi kegiatan-kegiatan perumusan dan penetapan tujuan, analisis situasi dan kondisi, perumuasan masalah, identifikasi hambatan, explorasi alternatif pemecahan masalah dan kegiatan pencapaian tujuan, dan terakhir menetapkan kriteria keberhasilan sebagai ukuran tercapaiannya tujuan.

Adapun jenis dan macam perencanaan jangka panjang dapat diklasifikasikan dari berbagai sudut pandang atau dari sudut waktu pelaksanaan yakni 10 – 25 tahun.

PENULISAN TUJUAN JANGKA PANJANG

Menurut James Lewis (1930: 65) Ada dua pendekatan untuk membangun tujuan jangka panjang.

1. Pendekatan Peningkatan Tindakan

Pendekatan peningkatan tindakan untuk menulis suatu tujuan jangka panjang adalah untuk menyatakan tindakan yang diperlukan untuk meningkatkan pada pencapaian dulu, dan kemudian untuk menuju keberhasilan hasil.

2. Pendekatan Peramalan

Pendekatan ini untuk membangun suatu tujuan jangka panjang untuk waktu tahap untuk menuju keberhasilan suatu tujuan dulu, kemudian meramalkan hasil pelaksanan.

POKOK UTAMA: PETUNJUK UNTUK MENGATUR TUJUAN JANGKA PANJANG

Mengatur organisasi sekolah secara efektif mengharuskan pengaturan dan prestasi dari tujuan jangka panjang untuk meningkatkan atas kekuatan dan mengurangi kelemahan. Oleh karena itu, tujuan jangka panjang diperlukan tiap-tiap bidang kritis jika capaian dan hasil secara langsung dan amat sangat mempengaruhi pertumbuhan dan kelangsungan hidup organisasi sekolah.

Hasil pokok utama ini oleh tiap-tiap pembuat keputusan sebagai konsekwensi harus dipertimbangkan strategis seperti halnya proses perencanaan operasional. Bidang hasil pokok utama adalah juga petunjuk untuk mengarahkan capaian sedemikian sehingga mengkoordinir usaha akan digunakan oleh semua personil sekolah ke isi misi daerah sekolah.

Tujuan jangka panjang dalam bidang hasil pokok yang utama memungkinkan perencana untuk meyakinkan beberapa:

1. Memperjelas sampai beberapa laporan umum keseluruhan cakupan proses perencanaan di dalam pendidikan.

2. Menentukan jika ada gap antara capaian nyata dan yang diproyeksikan.

3. Menilai keputusan kebaikan dan aktivitas.

4. Evaluasi dan meningkatkan pada capaian.

Menurut James lewis (1930: 68-72) ada beberapa pokok utama dalam mengatur tujuan jangka panjang:

1. Siswa Belajar Dan Perkembangannya

Tidak ada proses perencanaan dalam pendidikan adalah melengkapi menyudahi kecuali jika suatu usaha langsung dibuat melalui proses penentuan sasaran untuk meningkatkan pertumbuhan siswa dan pelajaran akademis. Pelajaran menunjuk di sini kepada modifikasi atau merubah perilaku siswa dalam ranah teori. Pertumbuhan mengacu pada perubahan cenderung dan psychomotor.

2. Sumber Daya Keuangan

Untuk menetapkan tujuan tanpa perencanaan untuk membiayai seperti berusaha untuk mengoperasikan suatu sarana angkut tanpa bahan bakar.. Di dalam pendidikan, perencanaan keuangan pada umumnya dipikirkan

Tentang sebagai komponen dari operasional atau perencanaan taktis. Ini adalah jauh dari kebenaran, Rencana harus dipikirkan pada suatu basis jangka panjang untuk membelanjakan dana itu dalam cara yang paling efisien.

3. Sumber daya Phisik

Pengadaan sumber daya phisik, seperti fasilitas, peralatan, dan mesin, adalah penting dikeluarkan dari proses perencanaan. sebab sumber daya fisik dapat melibatkan penjumlahan besar proses perencanaan strategik akan pasti jatuh jika suatu komitmen keuangan tidaklah dibuat cukup untuk mengakomodasi siswa dan kebutuhan staff.

4. Inovasi

Semua kunci utama bisa digolongkan di bawah ini yang memimpin sebab tujuan jangka panjang harus mulai peningkatan pada tiap-tiap bidang kritis organisasi sekolah. Bagaimanapun, sebab itu tidak bisa lagi di asumsikan pendidik akan menginovasi kepeningkatan capaian menghasilkan item yang diberi fokus terpisah.

5. Keterlibatan Masyarakat

Tujuan jangka panjang harus melibatkan masyarakat di dalam proses pendidikan dan masyarakat sebebasnya diberitahukan untuk berbagai operasi organisasi sekolah. Dalam hal ini diperlukan kerjasama dengan masyarakat, sebab kegiatan perencanaan pendidikan pada umumnya tidak pernah dilepaskan dari masyarakat terutama pada masyarakat yang ada disekitarnya. Itu sebabnya komunikasi pada masyarakat dimana saling memberi, saling mendukung dan saling menguntungkan antara lembaga pendidikan dengan masyarakat.

6. Manajemen Organisasi

Untuk menjadi efektif suatu sekolah harus menetapkan tujuan jangka panjang untuk meningkatkan operasi sekolah melalui struktur organisasi dan kepemimpinan administratif. Kepemimpinan yang efektif ditingkatkan melalui suatu struktur organisasi yang mengijinkan para guru untuk memenuhi tujuan pengejaran tujuan organisasi sekolah.

7. Pencapain Evaluasi Dan Pelatihan

Evaluasi capaian adalah satu area dalam pendidikan di mana tujuan jangka panjang jarang dibentuk. Ini mungkin adalah salah satu dari pertimbangan para pengawas belum menerima menginginkan hasil. Evaluasi Staff harus secara terus-menerus direncanakan dan secara hati-hati dilakukan. Suatu komponen pencapain evaluasi yang penting apakah pelatihan Sukses dari tiap dua aktivitas ini tergantung satu sama lain.

PROSES PENENTUAN SASARAN

Perumusan sasaran menurut (Soetopo, 2001: 101) didasarkan pada;

  1. visi: wawasan dan pandangan jauh kedepan yang menjadi impian sekolah sebagi pemandu dan arah bagi sekolah agr dijamin kelangsungan hidup dan perkembangannya.
  2. Misi: tugas yang mesti diemban untuk mencapai visi sekolah.
  3. Tujuan: penjabaran dari misi yang diemban. Tujuan menjawab apa yang akan dicapai sekolah dan lpan mencapainnya. Tujuan disusun 1-3 tahun.
  4. Sasaran: jabaran tujuan yang lebih praktis, dapat diukur, spesifik, jelas kriterianya dan indikator-indikator yang rinci. Sasaran dirumuskan berdasarkan tujuan. Jangka waktunya bisa tahunan, catur wulan, atau bulanan.

James Lewis (1930: 73-74) ada tiga pendekatan di dalam proses penentuan sasaran.:

1. Pendekatan Top-Down

Unit Perencanaan terpusat menyiapkan dan menyampaikan tujuan jangka panjang direkomendasikan kepada pengawas sekolah, yang pada gilirannya memodifikasi, menghapus, atau menambah daftar dan menyampaikannya kepada dewan pendidikan untuk persetujuan. Revisi dibuat jika perlu, dan daftar yang disetujui disebarkan kepada pengurus unit perencanaan. Penggunaan tujuan jangka panjang ini sebagai petunjuk, bersama dengan data yang penting, masing-masing pengurus unit perencanaan menetapkan tujuan jangka panjang dan rencana untuk mencapai tujuan utama. Informasi ini kemudian disampaikan kepada unit perencanaan terpusat untuk meninjau ulang dan mengomentari. Aspek tertentu rencana tujuan sekolah dan mungkin telah menjadi perundimgan kembali dengan staff pusat.

2. Pendekatan Bottom-Up

Masing-Masing pengurus unit perencanaan mengumpulkan informasi untuk membuat perencanaan keputusan dengan membangun suatu data base Terdiri dari informasi kritis tentang unit perencanaan . Penggunaan informasi ini bersama dengan diperlengkapi oleh unit perencanaan terpusat, tujuan jangka panjang disiapkan dan disampaikan kepada pengawas untuk tinjauan ulang, komentar, dan rekomendasi. Pada umumnya kepala sekolah petugas akan menyebut staff untuk mengkritik tujuan jangka panjang itu.

Kadang-Kadang, pengawas boleh secara pribadi meninjau ulang rencana yang diusulkan dengan para guru dan pengurus. Unit perencanaan mengorganisir rekomendasi mereka dan menafsirkan reaksi mereka, perubahan yang mungkin telah berlangsung di dalam lingkungan eksternal atau internal yang manapun, Asumsi Perencanaan, dan semacamnya.

Tujuan jangka panjang yang ditinjau kembali disampaikan kepada unit perencanaan terpusat untuk persetujuan. Sekali ketika persetujuan diperoleh, masing-masing pengurus unit perencanaan perkembangan perorangan merencanakan untuk mencapai tujuan jangka panjang dan disampaikannya kepada unit perencanaan terpusat untuk tinjauan ulang, komentar, dan rekomendasi. Proses persetujuan untuk rencana serupa tujuan jangka panjang.

3. Pendekatan Peranserta

Pendekatan ini, jumlah strukutr pengurus pusat, para ketua departemen, dan para guru melayani atas sekedar dewan perencanaan tidak untuk mengidentifikasi tujuan jangka panjang tetapi juga untuk menetapkan sistem perencanaan strategis dari serangan dan untuk menentukan tanggung-jawab di dalam proses perencanaan. Melalui pengaturan ini masing-masing kelompok profesional bisa mengartikulasikan luas daerah kebutuhan perencanaan dan berhubungan dengan seperti halnya perhatian dan minat individu sebagai mempengaruhi sekolah mereka. Sekali ketika sistem perencanaan telah dibentuk dan suatu data base mengorganisir dan dengan kritis meninjau, dewan akan mencakup tujuan untuk sekolah. Banyak diskusi dan negosiasi diharapkan untuk seluruh penentuan proses sasaran jangka panjang. Kursus yang sama ini adalah yang diikuti untuk semua aktivitas yang berikut proses perencanaan yang strategis. Setelah tujuan jangka panjang telah disetujui, mereka disampaikan kepada pengawas untuk masukan dan persetujuan.

Sekali ketika tujuan jangka panjang telah disetujui oleh pengawas dan dewan pendidikan, pengurus unit perencanaan, dengan atau tanpa suatu anggota dewan, tinjauan ulang, dan memperjelas pernyataan masing-masing dengan anggota dari staff mereka.

DAFTAR PUSTAKA

Efendi, Mahfud____. Asesmen Kebutuhan Dan Perencanaan Pendidikan: Bahan-Bahan Kuliah. Universitas Muhammadiyah Malang, Program Pascasarjana, Magister Kebijakan dan Pemgembangan Pendidikan.

Sa’ud dan Makmun. 2006. Perencannan Pendidikan: Suatu Pendekatan Konprehensif. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya.

Soetopo, hendyat. 2001. Manajemen Pendidikan: Manajemen Berbasis Sekolah&Kurikulum Berbasis Kompetensi. Universitas Negeri Malang, Program Pascasarjana, Program Studi Manajemen Pendidikan.

.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar